Prancis Memiliki Sebuah Teknologi Terbaru Harus Kamu Ketahui

Prancis memiliki hal penting dalam sejarah banyak di seluruh negara dalam dunia tetapi bagaimana sejarah Prancis? Prancis, wilayah yang sangat besar di Eropa Barat, telah mengalami banyak hal selama berabad-abad. Mengingat siksaan masa lalu, belajar sejarah Prancis sangat menarik. Namun, Prancis dikenal tidak hanya karena kekerasan masa lalunya, tetapi juga rakyatnya. Beberapa orang paling berpengaruh dalam sejarah berasal dari Prancis.

Semua orang pernah mendengar nama “Napoleon”, tapi siapa itu? Mengapa Prancis tidak memiliki raja atau ratu? Dan di mana posisi Prancis selama Perang Dunia II? Panduan tentang sejarah negara yang telah menjadi yang terdepan dalam banyak perang nasional dan internasional ini akan memberi Anda semua informasi yang Anda butuhkan. Artikel ini akan membantu Anda jika Anda tertarik untuk mempelajari tentang sejarah militer Prancis, Revolusi Prancis, tokoh-tokoh terbesar dalam sejarah Prancis, atau hubungan mendalam Inggris dengan Prancis!

  • Saat-saat penting dalam sejarah Prancis

Setiap negara memiliki momen penting yang menentukan sejarahnya; Orang Prancis juga tidak. Apakah itu raja muda atau panglima perang, negara yang kita kenal sekarang sebagai Prancis adalah hasil dari abad sejarah yang menarik. Ini adalah beberapa peristiwa terpenting dalam sejarah Prancis.

  • Menandatangani Perjanjian Verdune

Perjanjian Verdun adalah dokumen yang ditandatangani 843 n. L., yang meletakkan berbagai dasar negara Eropa dengan membagi menjadi tiga wilayah. Kekaisaran Karoling, yang tersebar di sebagian besar Eropa Barat, didirikan dan diperintah oleh Kaisar Romawi Suci Charlemagne dari tahun 800 M. L. sampai kematiannya 814 n. l.

Putra sulungnya Luis Pobo┼żn menjadi wakilnya. Kaisar Louis Pious dengan hati-hati merencanakan pembagian kerajaan dengan warisan putra-putranya, tetapi selama pembagian putra-putra Louis dan saudara tiri mereka, perselisihan muncul tentang pembagian itu dan perang pun pecah. Akhirnya, kekaisaran terpecah menjadi Prancis timur, Prancis tengah, dan Prancis barat, yang kemudian menjadi Kekaisaran Prancis.

  • Louis XIV Berfokus pada Prancis

Pada Agustus 1661, setelah kematian perdana menterinya, Kardinal Mazarin, Raja Louis XIV secara mengejutkan memproklamirkannya sebagai kaisar monarki Prancis. Louis XIV Mengkonsolidasikan kekuasaannya di Prancis, sehingga Istana Versailles (yang juga rumahnya) adalah pusat pemerintahan dan parlemen Prancis. Selain sebagai pusat politik dan pusat kehidupan raja, Raja Ludwig juga menjadi tempat pesta para tamu.

Melakukan fungsi yang berbeda di satu tempat berarti Raja Matahari (demikian sebutannya saat itu) mampu menghubungkan kehidupan kerajaan dan politik dan pada saat yang sama mengawasi dan mengendalikan orang-orang bangsawan.

  • Revolusi Perancis

Revolusi Prancis bertanggung jawab atas banyak fitur Prancis modern. Revolusi dimulai dengan penyerangan ke Bastille pada tahun 1789 oleh anggota Pemerintah Ketiga (demikian orang biasa menyebutnya saat itu). Bastille diserang karena mewakili kerajaan dan kekuasaannya. Kemarahan terhadap monarki dan terutama Raja Louis XVI. Hal ini disebabkan oleh sistem pajak yang tidak adil atas properti pihak ketiga, sedangkan para bangsawan dan pendeta dibebaskan dari perpajakan.

Pada saat krisis ekonomi, posisi ketiga memutuskan untuk memimpin pemerintahannya dan membentuk Majelis Nasional. Majelis Nasional mendeklarasikan kemerdekaan dari Perancis, yang berarti memiliki kekuasaan pemerintah dan bahkan raja. Maximilien Robespierre menjadi ketua Majelis Nasional dan memutuskan bahwa siapa pun yang menentang revolusi akan dinyatakan bersalah atas pengkhianatan dan dieksekusi dengan guillotine atau dipenggal. Salah satu korban revolusi ini adalah Raja Louis XVI. Dan istrinya Maria Antoinette.

  • Perang Dunia I dan Vichy Prancis Prancis

Perang Dunia II adalah waktu yang bergejolak bagi Eropa dan Prancis. Pada tahun 1940, Prancis dan Jerman menandatangani gencatan senjata yang dibagi menjadi dua bagian oleh Prancis. Bagian utara dan barat Prancis akan diduduki oleh pasukan Jerman, dan sisanya dikenal sebagai zona bebas. Saat ibu kota negara Paris direbut, Prancis terpaksa mencari pusat kehidupan politik lain di Zona Bebas yang tidak berpenghuni.

Share Post