Mengenali Suatu Budaya Thionghua Sepanjang Sejarah

Seperti dalam acara Cultural Awareness yang disampaikan oleh KJRI RRT di Gedung Rektor IT. Peristiwa tersebut ditandai oleh Konsul Jenderal China di Surabaya H.E. Wang Huan Gen, juru bicara. Meski mengusung tema budaya Tionghoa, acara dibuka dengan tarian Remo dari Sanggar Raff Dance Company. Rektor IV ITS Prof Ir Eko Budi Djatmiko MSc Doktor atas nama Rektor ITS menyampaikan presentasi yang menunjukkan nilai karya Tionghoa selama berabad-abad yang akan datang. Banyak pekerjaan tentang budaya dan teknologi.

Ke depan, Eko berharap mahasiswanya dapat kembali meningkatkan kerjasama dengan komunitas Tionghoa. Sementara ITS berencana membuat program bahasa mandarin, namun tetap menjadi salah satu syarat kelulusan mahasiswa hingga lulus. Wang Huan Gen dalam sambutannya mengaku sangat bangga bisa mencerminkan budaya negaranya. Walaupun saya tidak bisa berbahasa Indonesia, saya senang bisa mengenalkan budaya Tionghoa. Ia menjelaskan sifat, identitas, dan interior budaya Tionghoa. Menurutnya, budaya sosial budaya China selalu hadir. Itu harus terus hidup dan tidak pernah rusak.

Wilayah Budaya China Terkenal Di Tiongkok

Bangsa Cina juga mengakui kemampuan untuk berintegrasi dan berintegrasi ke berbagai wilayah negara. Ada sekitar 56 negara, dan itu mencerminkan budaya China yang beragam. Dari sana, benda-benda dari budaya daerah atau nasional lain diproduksi dan dikembangkan. Contoh budaya Eropa yang tertanam dalam budaya Cina.

Orang Tionghoa, baik di Indonesia, Tiongkok atau di belahan dunia lain, adalah pembangun bangsa-bangsa kuno. Negara ini berasal dari sepanjang Sungai Yero dan memiliki tradisi merayakan Tahun Baru di Tiongkok sebelum kelahiran Konfusius, seorang filsuf terkenal di Tiongkok modern. Tapi pada awalnya itu tidak bisa dianggap sebagai faktor. Namun setiap daerah memiliki kerajaannya sendiri, dan orang-orangnya setia pada kerajaan tempat mereka tinggal.

Dinasti Qin Dikenal Kerajaan Kuno

Kemudian, sekitar dua abad sebelum kelahiran SM, tanah ini dikaitkan dengan suku Qin. Qinites menggabungkan benteng kerajaan kuno dengan tembok tinggi yang dikenal sebagai tembok besar. Rasa memiliki juga tercipta karena berbagai kostum yang digunakan pada masa Dinasti Qin, seperti kesamaan tulisan di atas kertas dan uang. Selain itu, ajaran Konfusianisme, yang merupakan bagian dari konsep pemerintahan, telah berada di garis depan dinasti. Doktrin ini harus dipelajari, terutama oleh mereka yang ingin bekerja untuk pemerintah, atau selama dinasti Han atau kaisar berikutnya.

Seiring waktu, Konfusianisme menjadi agama utama di Tiongkok. Patut dicatat juga bahwa ketika tanah itu disebarkan oleh suku yang berbeda, ada pengalaman budaya di wilayah pendudukan. Selain itu, budaya Tionghoa juga berbentuk budaya pertanian, karena pertanian Tionghoa dipandang sebagai basis kehidupan.

Berbicara Budaya Nenek Moyangnya Tionghoa

Kerjasama dengan ITI Center for Language and Culture (LCC) ini dihadiri oleh Klub Sosial Budaya Surabaya dan Himpunan Tionghoa Jatim Jatim. Mereka juga pendukung gerakan ini. Pada saat yang sama, populasi dunia terdaftar di 7.679.116.7600, atau setidaknya 7,7 miliar orang. Artinya etnis China adalah 18,41 persen atau sekitar seperlima dari jumlah penduduk. Bagi orang-orang ini, Cina mulai menjadi kekuatan dunia, tempat yang dijelajahi berabad-abad yang lalu.

Tidak hanya itu besar, tetapi segmen kecil dari populasi tersebar di seluruh dunia. Karena orang Tionghoa sangat percaya dengan budaya dan tradisi nenek moyangnya, maka budaya suku-suku ini sekaligus kaya akan warna budaya internasional. Sementara menurut yang berbicara tentang orang Tionghoa yang tinggal di luar negeri, Indonesia berada di puncak siklus imajiner.

Share Post