Suatu Teknologi Yang Berkembang Dengan Jauh Yang Ada Di Budaya Cina

Suatu Teknologi Yang Berkembang Dengan Jauh Yang Ada Di Budaya Cina

Cina dan Indonesia telah menjalani kehidupan yang stabil sejak 1949, tetapi sekarang mereka berbeda. China dapat membuat dan menjual produk teknologinya sendiri, dan kami akan terus membeli dan mengeluh. Saya masih ingat 10 tahun yang lalu guru saya bercerita tentang perkembangan teknologi China. Dia mengatakan, penduduk Negeri Tirai Bambu dapat mengumpulkan flash drive, perangkat penyimpanan data yang akan digantikan oleh disk drive yang merupakan bagian dari industri real estat pada saat itu. Komentarnya mengikuti iklan online Telkom di sebuah sekolah pedesaan di Indonesia, yang masyarakatnya masih pintar. Entah kata-katanya berarti atau kata-kata metaforisnya menyemangati kita.

Strategis Produk Teknologi Cina

Suatu Teknologi Yang Berkembang Dengan Jauh Yang Ada Di Budaya Cina

Kebangkitan berubah menjadi kekuatan yang memakan waktu sepuluh tahun. China saat ini merupakan produsen teknologi terbesar dunia, didominasi oleh Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat, dan Jepang. Di banyak negara, produk teknologi Cina secara strategis atau bahkan sepenuhnya memasuki bisnis untuk menjauhkan diri dari pasar pesaing yang sudah mapan.

Pasalnya, jumlah produk China yang diimpor ke Amerika Serikat lebih tinggi dibandingkan dengan pemalsu, terutama elektronik, suku cadang pesawat, panel surya, dan mesin cuci. Neraca perdagangan di Amerika Serikat sedang merosot. Tetapi China menolak untuk mematuhi tugas Trump. Padahal, mereka siap untuk perang dagang dengan Amerika Serikat yang menurut banyak ahli akan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada Amerika Serikat.

Membeli Perangkat Teknologi Cina

Dalam konteks global, kepercayaan China dalam penjualan produk teknologi meroket, yang tidak bisa diabaikan oleh negara lain. Bagaimana dengan tanggapan negara-negara sasaran khususnya negara berkembang seperti Indonesia Melihat sejarahnya, Kekaisaran Romawi memiliki hubungan dengan Cina Han setidaknya pada abad ke-3. Selain itu, produk Cina, terutama tan dan sutra, sangat dihargai oleh peradaban Barat yang berasal dari Romawi. Ekspor China sangat tinggi, tetapi dapat dikatakan China mengimpor sangat sedikit barang dari luar negeri. Kemerdekaan ekonomi Tiongkok yang berabad-abad hanya terguncang ketika, selama perang tahun 1839-1860, Inggris memaksa Tiongkok untuk mengimpor opium dengan imbalan ekspor teh dan untuk mengurangi keseimbangan Kerajaan Inggris.

Indonesia Saat ini, situasinya agak berbeda. Kemudian saya memutuskan untuk membeli smartphone baru yang akan menggantikan Nokia Lumia yang telah digunakan selama lima tahun. Awalnya saya ingin membeli merek religius Finlandia. Namun, ternyata merek Nokia, baik perangkat maupun perangkat lunak, telah mengadopsi merek-merek mapan dari Korea dan Jepang. Saya terkejut ketika mengetahui bahwa China sekarang ditemukan dalam hal ini sebagai pengguna Smartphone di Indonesia. Tentu saja, beberapa waktu lalu nama-nama Tionghoa dipasang dengan label palsu dan bisa dengan mudah rusak. Namun kehadiran OPPO, Vivo, Xiaomi, Huawei dan merek lain seperti Meizu, Lenovo, ZTE di pasar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi pengubah permainan. Seiring waktu, smartphone Tiongkok telah diganti dan dibeli, terutama produk kelas menengah. Rahasia di balik definisi perangkat berkualitas yang sesuai dengan harga sangat rendah.

Keseimbangan Penjualan Produk Teknologi China

Dalam konteks global, kepercayaan China dalam penjualan produk teknologi meroket, yang tidak bisa diabaikan oleh negara lain. Bagaimana dengan tanggapan negara-negara sasaran khususnya negara berkembang seperti Indonesia. Ada pepatah Tuhan menciptakan langit dan bumi, sisanya dibuat oleh China. Entah kapan lelucon ini menyebar, tapi memang benar bahwa benda Made in China kini bisa ditemukan di mana-mana, dari nyamuk hingga satelit.

Melihat sejarahnya, Kekaisaran Romawi memiliki hubungan dengan Cina Han setidaknya pada abad ke-3. Selain itu, produk Cina, terutama tan dan sutra, sangat dihargai oleh peradaban Barat yang berasal dari Romawi. Ekspor China sangat tinggi, tetapi dapat dikatakan China mengimpor sangat sedikit barang dari luar negeri. Kemerdekaan ekonomi Tiongkok yang berabad-abad hanya terguncang ketika, selama perang tahun 1839-1860, Inggris memaksa Tiongkok untuk mengimpor opium dengan imbalan ekspor teh dan untuk mengurangi keseimbangan.

Share Post